Sabtu, 11 Mei 2019

UU ITE kaitannya dengan Perkembangan E-commerce

UU ITE kaitannya dengan Perkembangan E-commerce

Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau Undang Undang nomor 11 tahun 2008 atau UU ITE adalah UU yang mengatur tentang informasi serta transaksi elektronik, atau teknologi informasi secara umum. UU ini memiliki yurisdiksi yang berlaku untuk setiap orang yang melakukan perbuatan hukum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini, baik yang berada di wilayah Indonesia maupun di luar wilayah hukum Indonesia, yang memiliki akibat hukum di wilayah hukum Indonesia dan/atau di luar wilayah hukum Indonesia dan merugikan kepentingan Indonesia.
Sembilan pasal UU ITE mengamanatkan pembentukan Peraturan Pemerintah:
  1. Lembaga Sertifikasi Keandalan (Pasal 10 ayat 2);
  2. Tanda Tangan Elektronik (Pasal 11 ayat 2);
  3. Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (Pasal 13 ayat 6);
  4. Penyelenggara Sistem Elektronik (Pasal 16 ayat 2);
  5. Penyelenggaraan Transaksi Elektronik (Pasal 17 ayat 3);
  6. Penyelenggara Agen Elektronik (Pasal 22 ayat 2);
  7. Pengelolaan Nama Domain (Pasal 24);
  8. Tata Cara Intersepsi (Pasal 31 ayat 4);
  9. Peran Pemerintah dalam Pemanfaaatan TIK (Pasal 40);
peraturan perundang-undangan terkait kegiatan e-commerce masih berpusat pada Undang-Undang No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Elektronik (“UU ITE”).
Dalam perjalanannya, poin no. 1-7 dijadikan satu peraturan pemerintah, dan juga sudah disahkan yaitu Peraturan Pemerintah no. 82 tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem Transaksi Elektronik ('PP PSTE'). Peraturan Pemerintah ini disusun sejak pertengahan tahun 2008 dan disampaikan ke Kemkumham awal tahun 2010. Kemudian dilakukan harmonisasi pertama, dan Menkumham menyerahkan hasilnya ke Menkominfo pada 30 April 2012. Menkominfo menyerahkan Naskah Akhir RPP ini ke Presiden pada 6 Juli 2012 dan ditetapkan menjadi PP 82 tahun 2012 pada 15 Oktober 2012. PP ini mengatur sistem elektronik untuk pelayanan publik dan nonpelayanan publik, sanksi administratif, tanggungjawab pidana serta perdata penyelenggara, sertifikasi, kontrak, dan tanda tangan elektronis, serta penawaran produk melalui sistem elektronik. (Aspek Hukum Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik, Ronny, 2013)
Salah satu tujuan diterbitkannya UU ITE memang untuk memberikan kepastian hukum dan perlindungan bagi para pelaku di sektor e-commerce. Namun, banyak anggapan bahwa undang-undang ini belum mampu mewujudkan tujuannya tersebut, sebagaimana akan dibahas dalam artikel ini.
Pembahasan mengenai ketidakmampuan tersebut dapat dimulai dari fakta bahwa tidak adanya definisi khusus untuk e-commerce dalam kerangka UU ITE, sebab kegiatan perdagangan yang dilakukan secara elektronik tersebut dipahami sebagai “transaksi elektronik”. Padahal, definisi “transaksi elektronik” yang diberikan oleh Pasal 1 ayat (2) UU ITE begitu luas, yaitu perbuatan hukum yang dilakukan dengan menggunakan komputer, jaringan computer, dan/atau media elektronik lainnya.
Sebagai perbandingan, UU Perdagangan memahami e-commerce sebagai “perdagangan melalui sistem elektronik”, yaitu perdagangan yang transaksinya dilakukan melalui serangkaian perangkat dan prosedur elektronik (Pasal 1 nomor 24 UU Perdagangan).
Selain itu, banyak ketentuan dalam UU ITE yang masih “kosong” dan oleh karenanya memerlukan peraturan pelaksana. Beberapa di antaranya sangat berkaitan dengan perkembangan kegiatan e-commerce, seperti:
1. Ketentuan mengenai penyelenggaraan transaksi elektronik
Terlepas dari adanya ketentuan-ketentuan lain tentang transaksi elektronik dalam Bab V, UU ITE tetap mengamanatkan diterbitkannya peraturan pemerintah untuk mengatur penyelenggaraan transaksi elektronik dalam ringkup publik ataupun privat. Walau demikian, UU ITE tidak menjelaskan cakupan ketentuan penyelenggaraan yang dapat diatur dalam peraturan pemerintah tersebut (Pasal 17 dan penjelasannya dalam UU ITE).
2. Ketentuan mengenai lembaga sertifikasi keandalan dan penyelenggara sertifikasi elektronik
UU ITE mengatur bahwa setiap pelaku usaha yang menyelenggarakan transaksi elektronik dapat disertifikasi oleh lembaga sertifikasi keandalan. Lembaga tersebut merupakan lembaga independen yang dibentuk oleh para profesional untuk mengaudit dan mengeluarkan sertifikat keandalan dalam transaksi elektronik, di mana kegiatannya harus disahkan dan diawasi oleh pemerintah (Pasal 10 UU ITE).
Sertifikat keandalan adalah bukti bahwa pelaku usaha yang melakukan perdagangan secara elektronik layak melakukan usahanya tersebut, setelah melalui penilaian dan audit dari badan yang berwenang (penjelasan Pasal 10 UU ITE). Keberadaan lembaga sertifikat keandalan jelas penting untuk memberikan ukuran kelayakan pelaku usaha di bidang e-commerce dan pada akhirnya meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam bertransaksi melalui sistem elektronik.
Sejalan dengan ketentuan di atas, UU ITE juga mengamanatkan penerbitan peraturan pemerintah mengenai penyelenggara sertifikasi elektronik, yaitu badan hukum yang memberikan dan mengaudit sertifikat elektronik. Sertifikat ini memuat tanda tangan elektronik dan identitas yang menunjukkan status subjek hukum para pihak dalam transaksi elektronik. Sama halnya dengan sertifikat keandalan, sertifikat elektronik juga penting untuk meningkatkan kepastian dalam melakukan transaksi e-commerce dan mencegah penyalahgunaan data dari para pelaku dalam kegiatan perdagangan elektronik.
Sayangnya, kedua peraturan pelaksana tersebut tak kunjung diterbitkan. Padahal, UU ITE telah mengatur bahwa peraturan pelaksana dari UU ITE wajib diterbitkan dalam waktu selambat-lambatnya 2 tahun sejak UU ITE diundangkan (Pasal 54 ayat (2) UU ITE).

Selain kekurangan yang dijelaskan di atas, perlu juga dilakukan sosialisasi yang lebih mendalam mengenai ketentuan-ketentuan dalam UU ITE sehingga masyarakat lebih memahami hak dan kewajibannya dalam bertransaksi sebagaimana yang sudah diatur dalam UU ITE. Misalnya, hak mengajukan gugatan atas kerugian yang dialami atas penggunaan suatu sistem elektronik. Bukan sedikit kasus penipuan yang terjadi di bidang e-commerce, tapi tidak banyak konsumen yang menindaklanjuti hal tersebut sehingga tidak banyak yang mengetahui celah-celah penipuan yang dapat terjadi, apalagi cara mengatasinya.
Perbedaan Konsep Ekonomi Makro dan Mikro

Perbedaan Konsep Ekonomi Makro dan Mikro

Ilmu ekonomi ialah ilmu yang mempelajari perilaku manusia untuk memenuhi kebutuhannya yang secara keseluruhan tidak terbatas, namun sumber daya yang tersedia terbatas.

Demi penghematan alat pemuas kebutuhan ini, manusia mempunyai alternatif penguunaan sumber daya, yaitu secara garis besar ilmu ekonomi terbagi menjadi 2 yaitu ilmu ekonomi makro dan mikro. Sebelum mengetahui apa perbedaan dari ekonomi makro dan mikro ini, mari kita mengetahui pengertian dari ekonomi makro dan mikro.
1. Ekonomi Makro
Ilmu ekonomi makro mempelajari variabel-variabel ekonomi secara agregat (keseluruhan). Variabel-variabel tersebut antara lain: pendapatan nasional, kesempatan kerja dan atau pengangguran, jumlah uang beredar, laju inflasi, pertumbuhan ekonomi, maupun neraca pembayaran internasional.
Ilmu ekonomi makro mempelajari masalah-masalah ekonomi utama sebagai berikut :
Sejauh mana berbagai sumber daya telah dimanfaatkan di dalam kegiatan ekonomi. Apabila seluruh sumber daya telah dimanfaatkan keadaan ini disebut full employment. Sebaliknya bila masih ada sumber daya yang belum dimanfaatkan berarti perekonomian dalam keadaan under employment atau terdapat pengangguran/belum berada pada posisi kesempatan kerja penuh.
Sejauh mana perekonomian dalam keadaan stabil khususnya stabilitas di bidang moneter. Apabila nilai uang cenderung menurun dalam jangka panjang berarti terjadi inflasi. Sebaliknya terjadi deflasi.
Sejauh mana perekonomian mengalami pertumbuhan dan pertumbuhan tersebut disertai dengan distribusi pendapatan yang membaik antara pertumbuhan ekonomi dan pemerataan dalam distribusi pendapatan terdapat trade off maksudnya bila yang satu membaik yang lainnya cenderung memburuk.

2. Ekonomi Mikro
Sementara ilmu ekonomi mikro mempelajari variabel-variabel ekonomi dalam lingkup kecil misalnya perusahaan, rumah tangga. Dalam ekonomi mikro ini dipelajari tentang bagaimana individu menggunakan sumber daya yang dimilikinya sehingga tercapai tingkat kepuasan yang optimum. Secara teori, tiap individu yang melakukan kombinasi konsumsi atau produksi yang optimum bersama dengan individu-individu lain akan menciptakan keseimbangan dalam skala makro dengan asumsi ceteris paribus.
Konsep Ekonomi Makro dan Ekonomi Mikro
Setelah melihat definisinya, mari kini membedakan konsep dan penerapan keduanya.
#1 Ekonomi Makro
Melansir dari Thidiweb.com, konsep ekonomi makro terbagi menjadi 3 poin berikut:
  1. Pengeluaran (Output) dan Pendapatan (Income)
  2. Ukuran output secara makro adalah Produk Domestik Bruto (PDB).
  3. Tinggi rendahnya PDB suatu negara dipengaruhi oleh kemajuan teknologi, akumulasi modal, dan kualitas sumber daya manusia.
Jika suatu negara mampu mengadopsi teknologi canggih, memiliki akumulasi modal yang tinggi, dan tingkat pendidikan yang menunjukkan kualitas sumber daya manusia yang tinggi, maka akan memiliki PDB yang tinggi pula.
Hal ini berlaku sebaliknya.
Tingkat Pengangguran
Akibat tingkat pengangguran tinggi, maka beban negara semakin berat dan pertumbuhan ekonomi menjadi lambat dikarenakan produksi nasional rendah.
Selain itu, pengangguran juga berdampak pada tingkat daya beli masyarakat yang rendah sehingga mengakibatkan lesunya perekonomian suatu negara.
Inflasi dan Deflasi
Inflasi dan deflasi berkaitan dengan moneter.
Inflasi merupakan kenaikan harga umum, sedangkan deflasi kebalikannya, yakni penurunan harga.
Perubahan harga yang begitu drastis baik inflasi maupun deflasi berisiko pada terjadinya krisis perekonomian negara secara menyeluruh.
Pada kondisi seperti ini maka pemerintah perlu ikut campur tangan dengan menerapkan kebijakan fiskal dan moneter.
#2 Ekonomi Mikro
Melansir dari laman yang sama yakni Thidiweb.com, konsep ekonomi mikro terbagi menjadi 3 poin berikut:
Teori Produksi
Barang dan jasa ada karena diproduksi terlebih dahulu. Pada produksinya memerlukan input sumber daya yang dibutuhkan untuk menghasilkannya.
Teori produksi ini tidak lain merupakan pemahaman tentang teori produksi yang berkaitan dengan kuantitas dan faktor-faktor produksi seperti bahan baku, tenaga kerja, biaya produksi, dan lain sebagainya.
Teori Harga
Harga adalah penentu nilai suatu barang atau jasa. Selain itu, harga berkaitan erat dengan interaksi antara permintaan (demand) dan penawaran (supply).
Jadi, penentuan harga suatu barang atau jasa dipengaruhi oleh tingkat permintaan konsumen dan penawaran oleh produsen terhadap barang atau jasa tersebut.
Harga bersifat fluktuatif, pada teori ini berlaku hukum permintaan dan penawaran.
Teori Distribusi
Produksi barang tidak bisa dilakukan tanpa adanya pendistribusian bahan baku. Pengaplikasian modal untuk distribusi, termasuk juga untuk upah pekerjanya.
Selain itu, distribusi juga dimaksudkan sebagai bagian dari kegiatan pemasaran (marketing) atau penyaluran barang atau jasa dari produsen ke konsumen.
Pada proses ini muncul rantai distribusi yang melibatkan peran dari distributor, pedagang grosir, dan juga retail termasuk reseller dan dropshipper.
Perbedaan Ekonomi Makro dan Ekonomi Mikro di Indonesia
Melihat perbedaan definisi dan konsepnya, maka tentunya ekonomi makro dan mikro pun berbeda penerapannya di tanah air kita tercinta.
Untuk mengatasi permasalahan ekonomi mikro ini, Presiden Jokowi menyarankan adanya unsur ekonomi makro, di mana penyusunan kebijakan harus melihat perekonomian secara agregat atau menyeluruh.
Dengan demikian, meski ibu Mia mengeluh tarif listrik tinggi kita tidak boleh langsung bereaksi.
Kita harus melihat dahulu secara keseluruhan, faktanya tarif listrik di Indonesia selama beberapa tahun terakhir tidak mengalami kenaikan, sehingga inflasi relatif terjaga.
Oleh karena itu, pemerintah tidak bisa langsung menurunkan tarif listrik, tapi pemerintah juga harus memikirkan dampak terhadap PT PLN (Persero) selaku produsen, termasuk besaran subsidi yang diberikan pemerintah untuk mengkompensasinya.
Inilah gambaran penerapan ekonomi makro untuk mengatasi permasalahan ekonomi mikro di Indonesia.
Hal sama juga berlaku dalam menyikapi keluhan ibu Nurjanah.
Meski ada keluhan dari Ibu Nurjanah, pemerintah juga harus melihat sisi permintaan dan penawaran secara menyeluruh.
Misalnya, pengunjung pasar tradisional sepi, namun pengunjung pasar modern maupun pasar daring meningkat sehingga secara keseluruhan perekonomian masih tumbuh.
Kesimpulannya, Secara garis besar permasalahan kebijakan ekonomi makro di Indonesia mencakup dua hal yaitu:
Masalah jangka pendek atau masalah stabilisasi perekonomian, yaitu tentang inflasi, pengangguran dan neraca pembayaran.
Masalah jangka panjang atau masalah pertumbuhan ekonomi.
 Sedangkan mikro ekonomi lebih menitik beratkan pada analisis mengenai masalah membuat pilihan untuk:
Mewujudkan efisiensi dalam penggunaan sumber-sumber ekonomi, dan

Mencapai kepuasan yang maksimum dalam penggunaan sumber-sumber tersebut (seperti Ibu Mia dan Ibu Nurjanah).
RPP Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan Kelas 7/1 Atletik (jalan Cepat)

RPP Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan Kelas 7/1 Atletik (jalan Cepat)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
 (RPP)

Sekolah                               : SMP Negeri 
Mata Pelajaran                     : Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
Kelas/Semester                    : VII / 1
Materi Pokok                       : Atletik (Jalan cepat)
Alokasi Waktu                     : 1 Kali Pertemuan ( 3 JP )


A.            Kompetensi  Inti
1.
Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya. 
2.
Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, santun, percaya diri dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan regional.
3.
Memahami dan  menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat teknis dan spesifik sederhana berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, dan kenegaraan terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
4.
Menunjukkan keterampilan  menalar, mengolah, dan  menyaji secara kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, dan komunikatif, dalam ranah konkret dan ranah abstrak sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang teori.

B.            Kompetensi  Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
Kompetensi Dasar
Indikator Pencapaian Kompetensi
3.3 Memahami konsep gerak spesifik jalan, lari, lompat, dan  lempar dalam berbagai permainan sederhana dan atau tradisional. *)
4.3    Mempraktikkan gerak spesifik jalan, lari, lompat, dan  lempar dalam berbagai permainan sederhana dan atau tradisional. *)
3.3.1.Mengidentifikasikan berbagai gerak start, langkah kaki, ayunan lengan, dan memasuki garis finish jalan cepat.
3.3.2.Menjelaskan berbagai gerak start,langkah kaki, ayunan lengan, dan memasuki garis finish jalan cepat.
3.3.3.Menjelaskan cara melakukan berbagai gerak start, langkah kaki, ayunan lengan, dan memasuki garis finish jalan cepat.
4.3.1.Melakukan berbagai gerak start,langkah kaki, ayunan lengan, dan memasuki garis finish jalan cepat.
4.3.2.Menggunakan berbagai gerak start, langkah kaki, ayunan lengan, dan memasuki garis finish jalan cepat dalam bentuk perlombaan dengan peraturan yang modifikasi.

Penguatan Pendididkan Karakter :
1.     Reigius, mandiri, toleransi, tanggung jawab, sportif dan kerja keras
2.     Mengaplikasikan pembelajaran melalui teknologi informasi dan komunikasi
3.     Kreatif, berfikir kritis dan mampu mengkomunikasikan


C.            Tujauan Pembelajaran
Selama dan setelah mengikuti pembelajaran siswa dapat :
a.     Mengidentifikasikan berbagai gerak start, langkah kaki, ayunan lengan, dan memasuki garis finish jalan cepat, dengan baik dan benar ;
b.     Menjelaskan berbagai gerak start, langkah kaki, ayunan lengan, dan memasuki garis finish jalan cepat, dengan baik dan benar ;
c.     Menggunakan dan melakukan berbagai gerak start, langkah kaki, ayunan lengan, dan memasuki garis finish jalan cepat dalam bentuk perlombaan dengan peraturan yang modifikasi


D.                 Materi Pembelajaran
Tema                     : Olahraga permainan perorangan atau beregu Atletik
Sub Tema                             : Jalan cepat

1.          Materi Reguler
1)    Gerak dasar start jalan cepat
2)    Gerak dasar langkah kaki jalan cepat
3)    Gerak dasar ayunan lengan jalan cepat
4)    Gerak dasar memasuki garis finish jalan cepat
5)    Gerak dasar keterampilan gerakan start, langkah kaki, ayunan lengan, dan memasuki garis finish jalan cepat
(Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam buku guru halaman 124-127)

2.          Materi Remedial
Materi Reguler yang disederhanakan sedemikian rupa dengan cara modifikasi
1)         Melakukan latihan teknik dasar lari jarak endek denngan metode pert and whole

3.          Materi Pengayaan
Materi Reguler yang dikembangkan dalam bentuk perlombaan yang sesungguhnya dengan peraturan sederhana.


E.       Metode Pembelajaran
Pendekatan                          : Saintifik
Model                    : Problem Based Learning
Metode                  : Demonstrasi, Part and whole, resiprocal dan Penugasan

F.                  Media dan  Alat / Bahan  
1.                   Media Pembelajaran :
a.     Gambar teknik dasar  keterampilan gerak start, langkah kaki, ayunan lengan, dan memasuki garis finish jalan cepat.
b.     Model peserta didik atau guru yang memperagakan teknik dasar keterampilan gerak start, langkah kaki, ayunan lengan, dan memasuki garis finish jalan cepat.

2.                          Alat Pembelajaran :
a.                       Start block atau bola sejenisnya.
b.         Lapangan atletik atau lapangan sejenisnya (halaman sekolah).
c.                        Tali pembatas
d.                       Bendera start
e.                        Peluit dan Stopwatch.
f.                        Lembar Pratikum Siswa (Judul: Lembar Pratikum Siswa oleh MGMP PJOK SMP/M.Ts).


G.           Sumber Pembelajaran
1.              Muhajir, Buku Siswa Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, SMP/M.Ts Kelas VII Kurikulum 2013 Edisi Revisi; Jakarta: Puskurbuk Kemdikbud RI, 2016.
2.               Muhajir dan Budi Sutrisno, Buku Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, SMP/M.Ts Kelas VII Kurikulum 2013 Edisi Revisi; Jakarta: Puskurbuk Kemdikbud RI, 2016.
3.               Bahan Ajar Pembelajaran Permainan Sepak Bola, Bogor: PPPPTK Penjas dan BK, 2012.

H.           Kegiatan Pembelajaran
Langkah/
tahap
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Pendahuluan
1.      Berbaris, memberi salam, berdoa dipimpin oleh salah satu Siswa, dan absensi.
2.      Guru mempertanyakan keadaan dan kondisi kesehatan Siswa, jika ada yang sakit Siswa bersangkutan tidak perlu mengikuti aktivitas fisik, tapi harus tetap berada di pinggir lapangan olahraga.
3.      Guru menjelaskan tujuan dari pembelajaran yang akan dilaksanakan, yaitu : keterampilan jalan cepat dengan baik serta  dilakukan secara sportif, kerja sama, berbagi tempat dan toleransi.
4.      Guru menyampaikan kaitan materi minggu lalu dengan materi hari ini yang akan dilaksanakan.
5.      Guru menghubungkan kaitan materi yang akan dilaksanakan dengan kehidupan sehari-hari.
6.      Guru menggali pengetahuan awal siswa tentang materi keterampilan jalan cepat melalui pertanyaan : 1. Jelaskan perrbedaan jalan dan lari  ? 2. Jelaskan teknik dasar  jalan cepat ? ( HOTS)
7.      Guru meminta salah seorang Siswa untuk memimpin melakukan pemanasan. Pemanasan yang dilakukan antara lain: pemanasan untuk seluruh tubuh dan pemanasan secara spesifik untuk jenis aktivitas yang akan diikuti melalui permainan. Untuk mempersiapkan tubuh menerima beban yang lebih berat, untuk mengurangi resiko cidera dalam melakukan aktivitas fisik, dan untuk menciptakan ruang gerak persendian lebih luas.
8.      Melakukan aktivitas permainan kecil untuk pemanasan sebelum ke materi pembelajaran (kucing tikus).
9.      Guru menyampaikan tahapan kegiatan pembelajaran yang akan dilalui selama pertemuan (membagi pasangan/ kelompok, pengamat/pelaku, membagikan Lembar Pratikum Siswa, mengatur giliran peran, melakukan klasifikasi, dan melakukan penilaian).
15’
Inti

Tahap 1
Orientasi terhadap masalah
1)    Peserta didik mengamati keterampilan gerak start, langkah kaki, ayunan lengan, dan memasuki garis finish jalan cepat melalui pengamatan buku teks pelajaran dan peragaan peserta didik lain yang dianggap mampu atau contoh dari guru.
2)   Peserta didik mengamati keterampilan gerak start, langkah kaki, ayunan lengan, dan memasuki garis finish jalan cepat melalui pengamatan Vidio
3)    Siswa diminta menetapkan satu materi yang dianggap oleh mereka menarik dan cukup sulit
90’
Tahap 2
Organisasi belajar
1)    Peserta didik saling mempertanyakan “bagaimana gerakan start jalan cepat, yang dimediasi oleh guru?
2)    Peserta didik saling mempertanyakan “bagaimana gerakan langkah kaki jalan cepat, yang dimediasi oleh guru?
3)    Peserta didik saling mempertanyakan “bagaimana gerakan ayunan lengan jalan cepat, yang dimediasi oleh guru?
4)    Peserta didik saling mempertanyakan “bagaimana gerakan memasuki garis finish jalan cepat, yang dimediasi oleh guru?
5)    Siswa dibaagi menjadi  3 kelompok pasangan
6)    Siswa menggembangkan penyelesaian masalah berdasarkan pengetahuan yang dimiliki dari berbagai sumber
Tahap 3
Penyelidikan individual maupun kelompok
1)  Siswa diberi kebebasan mencari informasi tentang permasalahan yang dipertanyakan dalam olahraga jalan cepat
2)  Siswa mengolah hasil peyelidikannya bersama denggan kelompoknya
3) Peserta didik mempraktikkan keterampilan gerak start jalan cepat secara berkelompok mencari jawaban yang dipertanyakan guru dengan menunjukkan nilai kerja sama, sportifitas, tanggung jawab, dan disiplin, guru menyampaikan arti penting kerja sama, sportifitas, tanggung jawab, dan disiplin yang dilakukan di tempat (tidak bergerak). Selama praktik tugas peserta didik untuk saling mengoreksi kesalahan temannya.
4) Peserta didik mempraktikkan keterampilan gerak langkah kaki jalan cepat secara berkelompok mencari jawaban yang dipertanyakan guru dengan menunjukkan nilai kerja sama, sportifitas, tanggung jawab, dan disiplin, yang dilakukan sambil bergerak. Selama praktik tugas peserta didik untuk saling mengoreksi kesalahan temannya.
5) Peserta didik mempraktikkan keterampilan gerak ayunan lengan jalan cepat secara berkelompok mencari jawaban yang dipertanyakan guru dengan menunjukkan nilai kerja sama, sportifitas, tanggung jawab, dan disiplin, Selama praktik tugas peserta didik untuk saling mengoreksi kesalahan temannya.
Tahap 4
Pengembangan dan penyajian hasil penyelesaian masalah
1)     Siswa menyampaikan informasi data yang diperoleh selama mencermati dalam pengamatan keterampilan gerak start, langkah kaki, ayunan lengan, dan memasuki garis finish jalan cepat
2)     Siswa mencatat hasil temuan baik kelemahan dan kelebihan dari keterampilan gerak start, langkah kaki, ayunan lengan, dan memasuki garis finish jalan cepat Siswa menetapkan solusi penyelesaian masalah dari kelemahan keterampilan gerak gerak melempar dan menangkap bola dari depan dada, atas kepala, samping, dan memantul ke lantai dalam permaianan Atletik
3)     Siswa menarik kesimpulan dan menyusun bentuk latihan yang akan dilakukan sesuai dengan solusi mereka tentang keterampilan gerak start, langkah kaki, ayunan lengan, dan memasuki garis finish jalan cepat
Tahap 5
Analisis dan evaluasi proses penyelesaian masalah
1)    Peserta didik menerapkan keterampilan gerak start, langkah kaki, ayunan lengan, dan memasuki garis finish dalam perlombaan jalan cepat dengan peraturan dimodifikasi (lapangan kecil) menggunakan berbagai keterampilan gerak start, langkah kaki, ayunan lengan, dan memasuki garis finish jalan cepat dengan menunjukkan nilai kerja sama, sportifitas, tanggung jawab, menghargai teman, dan disiplin, dan guru mengamati peserta didik selama berlomba (yang diamati adalah apakah peserta didik sudah dapat menghubungkan jenis start, langkah kaki, ayunan lengan, dan memasuki garis finish jalan cepat yang digunakan dengan kecepatan yang akan dicapai, misalnya jika hendak jalan dengan cepat, maka badan harus dicondongkan ke depan dan kaki melangkah dengan lebar-lebar.
2)    Guru mengamati jalannya perlombaan, bila ada peserta didik yang curang (misalnya berjalan berkelok-kelok dan peserta didik tidak mengakui, melakukan perlombaan dengan keras) langsung diperingatkan dan menyampaikan arti penting sportifitas selama berlomba.
Penutup
1.     Salah satu Siswa di bawah bimbingan guru melakukan gerakan pendinginan, guru mempertanyakan apa manfaatnya.
2.     Guru merefleksi pembelajaran yang baru saja dilakukan.
3.     Guru memfasilitasi siswa untuk mengumpulkan dan menyimpulkan informasi tentang pembelajaran yang selesai dilaksanakan
4.     Guru menginformasikan kepada Siswa yang paling baik penampilannya selama melakukan olahraga jalan cepat.
5.     Guru menugaskan Siswa untuk membaca dan membuat catatan tentang keterampilan gerak jalan cepat nomor track Atletitk, otot-otot yang dominan bekerja saat olahraga jalan cepat, manfaat olahraga jalan cepat terhadap kesehatan. Hasilnya ditugaskan kepada Siswa dijadikan sebagai tugas portofolio.
6.     Berdoa dipimpin oleh salah satu siswa dan menyampaikan salam.
10’



I.         Penilaian Pembelajaran
1.     Penilaian Sikap Spritual dan social
Jurnal Sikap Spiritual dan Sosial

Nama Sekolah                  :
Kelas/Semester                 : VII/
Tahun Pelajaran                               : 2018/2019
No
Waktu
Nama Siswa
Catatan Perilaku
Butir Sikap
Tanda Tangan
Tindak Lanjut
1






2






3






4






5






6








2.    Penilaian Pengetahuan
a.     Tes Tertulis
1)    Kisi-kisi
No
Kompetensi Dasar
Materi
Indikator Pencapaian Kompetensi
Bentuk Soal
Jumlah Soal

3.3 Memahami konsep gerak spesifik jalan, lari, lompat, dan  lempar dalam berbagai permainan sederhana dan atau tradisional. *)

Permainan Atleik
1.     Siswa dapat mengidentifikasi konsep gerak spesifik dalam permainan Atletik
2.     Siswa dapat Menjelaskan konsep gerak speifik dalam permainan Atletik
3.     Siswa dapat Menjelaskan cara melakukan konsep spesifik dalam permainan atletik
Uraian




Uraian



Uraian
1




1



1








2)       Bentuk Instrumen
Nama                               : ...........................................................
Kelas                                : ...........................................................
No
ASPEK DAN SOAL UJI TULIS
Jawaban
1.
Fakta
a.      Sebutkan keterampilan gerak  start, langkah kaki, ayunan lengan, dan memasuki garis finish jalan cepat!
b.      Sebutkan teknik dasar keterampilan gerak start, langkah kaki, ayunan lengan, dan memasuki garis finish jalan cepat!

2.
Konsep
a.      Jelaskan keterampilan gerak  start, langkah kaki, ayunan lengan, dan memasuki garis finish jalan cepat!
b.      Jelaskan teknik dasar keterampilan gerak start, langkah kaki, ayunan lengan, dan memasuki garis finish jalan cepat!

3.
Prosedur
a.      Jelaskan cara melakukan keterampilan gerak  start, langkah kaki, ayunan lengan, dan memasuki garis finish jalan cepat!
b.      Jelaskan cara melakukan teknik dasar keterampilan gerak start, langkah kaki, ayunan lengan, dan memasuki garis finish jalan cepat!


3)       Penskoran
a)         Soal nomor 1
Skor 5, jika jawaban disebut benar secara lengkap
Skor 4, jika jawabandisebut benar tapi kurang lengkap
Skor 3, jika jawabandisebut benar tapi tidak lengkap
Skor 2, jika jawabandisebut salah tapi berhubungan
Skor 1, Jika jawaban disebut salah tidak berhubungan
b)         Soal nomor 2
Skor 5, jika jawaban disebut benar secara lengkap
Skor 4, jika jawabandisebut benar tapi kurang lengkap
Skor 3, jika jawabandisebut benar tapi tidak lengkap
Skor 2, jika jawabandisebut salah tapi berhubungan
Skor 1, Jika jawaban disebut salah tidak berhubungan
c)           Soal nomor 3
Skor 5, jika jawaban disebut benar secara lengkap
Skor 4, jika jawabandisebut benar tapi kurang lengkap
Skor 3, jika jawabandisebut benar tapi tidak lengkap
Skor 2, jika jawabandisebut salah tapi berhubungan
Skor 1, Jika jawaban disebut salah tidak berhubungan
d)         Soal nomor 4
Skor 5, jika jawaban disebut benar secara lengkap
Skor 4, jika jawabandisebut benar tapi kurang lengkap
Skor 3, jika jawabandisebut benar tapi tidak lengkap
Skor 2, jika jawabandisebut salah tapi berhubungan
Skor 1, Jika jawaban disebut salah tidak berhubungan

4)       Pengolahan skor
No
Rentang
Predikat
Sebutan
1
100
 -
86
A
Sangat Baik
2
85
 -
71
B
Baik
3
70
 -
56
C
Cukup
4
55
D
Kurang







b.          Penugasan
1)       Kisi-kisi Penugasan
Nama Sekolah                               : SMPN
Kelas/ Semester                              : VII/ Se
Tahun Pelajaran                            : 2018/2019
Mata Pelajaran                              : PJOK
No
Kompetensi Dasar
Materi
Indikator
Teknik Penilaian
1
3.3 Memahami konsep gerak spesifik jalan, lari, lompat, dan  lempar dalam berbagai permainan sederhana dan atau tradisional. *)

Permainan Atletik
Siswa dapat menjelaskan keterampilan start, langkah kaki, ayunan lengan dan poisi badan saat finish pada permainan Atletik
Penugasan

2)       Soal Penugasan
Deskripsikan prosedur teknik dasar pukulan start, langkah kaki, ayunan lengan dan poisi badan saat finish dalam permainan  atletik sertakan pula gambarnya!


3.    Penilaian Keterampilan
a. Tes Kerampilan
1) Kisi – kisi
No
Teknik
Bentuk Instrumen
Butir instrument
Waktu Pelaksanaan
Keterangan
1
Praktik
Tugas (Keterampilan)
Siswa melakukan modifikasi  permainan lomba larisesuai dengan keterampilan dasar start, gerakan kaki, ayunan lengan dan gerakan memasuki finish dalam permainan atletik nomor jalan cepat
Setelah pembelajaran usai
Penilain Pencapaian pembelajaran (Assesment of Learning )


2) Bentuk Tes
Lakukan teknik dasar jalan cepat. Unsur-unsur yang dinilai adalah kesempurnaan melakukan gerakan (Penilaian Proses) dan ketepatan melakukan gerakan (Penilaian Produk/Prestasi)
No
Nama Siswa
Sikap awal
Sikap pelaksanaan
Sikap Akhir
Jml
N. Proses
N. Produk
N. Akhir
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4




















































































                                               
Jumlah skor yang diperoleh
Penilaian Proses   =  ----------------------------------------- X 100%
                                                           Jumlah skor maksimal

3)       Pedoman Penskoran
(1)  Sikap gerakan kaki
Skor Baik jika :
(a)  kaki melangkah selebar dan secepat mungkin
(b)  kaki belakang saat menolak dari tanah harus tertendang lurus dengan cepat
(c)   lutut ditekuk secara wajar agar paha mudah terayun ke depan
(d)  lutut agak bengkok
Skor Sedang jika : hanya tiga kriteria yang dilakukan secara benar.
Skor Kurang jika : hanya satu sampai dua kriteria yang dilakukan secara benar.
(2)  Sikap gerakan lengan
Skor Baik jika :
(a)  lengan diayun ke depan atas sebatas hidung
(b)  sikut ditekuk kurang lebih membentuk sudut 90 derajat
(c)   lengan diayunkan secara bergantian secara konsisten
(d)  lengan diayunkan ke depan dan ke belakang
Skor Sedang jika : hanya tiga kriteria yang dilakukan secara benar.
Skor Kurang jika : hanya satu sampai dua kriteria yang dilakukan secara benar.
(3)  Sikap posisi badan
Skor Baik jika :
(a)  saat berlari badan rileks
(b)  kepala segaris punggung
(c)   pandangan ke depan
(d)  badan condong ke depan
Skor Sedang jika : hanya tiga kriteria yang dilakukan secara benar.
Skor Kurang jika : hanya satu sampai dua kriteria yang dilakukan secara benar.

Kriteria penilaian produk jalan cepatwaktu tempuh dengan skor
Perolehan Nilai
Kriteria Pengskoran
Klasifikasi Nilai
Putera
Puteri
….. < 17 detik
….. < 20 detik
100%
Sangat Baik
17.01 – 18.00 detik
20.01 – 21.00 detik
90%
Baik
18.01 – 19.00 detik
21.01 – 22.00 detik
80%
Cukup
19.01 – 20.00 detik
22.01 – 23.00 detik
70%
Kurang
…… > 20 detik
…… > 23 detik
60%
Kurang Sekali


Rentang nilai pengetahuan:
No
Rentang
Predikat
Sebutan
1
100
 -
86
A
Sangat Baik
2
85
 -
71
B
Baik
3
70
 -
56
C
Cukup
4
55
D
Kurang








4.        Program Remedial dan Pengayaan
a.       Remedial
1.    Keterampilan
Materi Reguler yang disederhanakan sedemikian rupa dengan cara modifikasi

Format Remedial
Mata Pelajaran
: Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
Kelas / Semester
: VII
Tanggal Ulangan Harian
: ..................................................................................
Tanggal Remidial
: ..................................................................................


No.
Nama Siswa
L/P
Nilai sebelum
Nilai sesudah
Indikator Pencapaian Kompetensi
Ket
1






2






3






4






5







2.    Pengetahuan
a.  Jelaskan teknik dasar dalam jalan cepat!
b. Jelaskan Cara melakukan jalan cepat !


b.       Pengayaan
Materi reguler yang dikembangkan dengan permainan yang sesungguhnya dengan peraturan yang sederhana.